tapping box

Tapping Box masihkah menjadi solusi

Sebutan tapping box sering terdengar ketika membahas penerapan monitoring transaksi pajak hotel dan restoran. PHR adalah pajak yang dikelola oleh daerah, pemda dan pemkot dimana dalam penerapan monitoring transaksi tersebut dipayungi oleh Peraturan Bupati atau Peraturan Walikota. Tapping box adalah salah satu solusi lokal di Indonesia untuk monitoring transaksi. Tappig box mungkin pertama kali hadir tahun 2010. Dengan konsep sederhana bahwa setiap transaksi yang dikenakan PHR pasti membuat struk. Jadi cara sederhana adalah melakukan tapping/penyadaan data dari perangkat cash register ke printer struk.

Baca juga: Mungkinkah ada solusi tapping berbeda

Penerapan perangkat tapping box ini yang diadakan oleh skpd setempat, yaitu oleh Dinas Pendapatan Daerah atau BPPKAD atau Bependa, sesuai bentuknya di masing-masing daerah, yang pada intinya adalah badan atau dinas yang betugas untuk melakukan pendataan dan penetepan nilai pajak yang harus disetorkan oleh wajib pajak atas objek pajak yang dimilikinya. Wajib pajak untuk PHR disebut degan Wajib Pajak Daerah dan memiliki nomer pokok sendiri-sendiri disetiap daerah yang disebut dengan NPWPD yaitu nomer pokok wajib pajak daerah.

Oleh dinas atau badan pendapatan daerah tersebut tapping box akan dipasangkan di restoran, cafe dan hotel. Jadi bisa anda lihat apabila kita bertransaksi di tempat-tempat tersebut bisa dilihat pada struknya terdapat pajak 10%. Misal ketika kita memesan makanan dengan nilai 100.000 rupiah maka total yang kita bayarkan adalah 110.000 rupiah. Dimana nilai 10.000 tersebut kita titipkan sementara pada tempat usaha untuk nantinya disetorkan ke daerah.

Lalu kenapa ada tapping box? Ini karena adanya indikasi tidak transparannya penyetoran titipan pajak 10% tersebut kepada daerah. Adanya oknum pengusaha yang secara tidak transparan menyetorkan pajak tersebut. Sehingga Pemda dan Pemkot mencari solusi untuk memonitor transaksi disetiap objek pajak. Dari tahun 2010 sampai 2015 tapping box cukup sukses menjadi solusi dari penyadapan data transaksi dan monitoring transaksi pad cash register dan setiap saat mengirimkannya ke server dinas. Sehingga dapat menjadi pembanding ketika penetapan pajak.

Tahun 2015 ketika infrastruktur internet dan penggunaan mobile device semakin meluas muncul solusi terbaru dalam hal point of sales. Yaitu online POS berbasis cloud, dengan model ini pengusaha hanya perlu perangkat smartphone dan printer portable untuk POS usaha mereka. Lebih fleksibel, murah dan kompatibiltasnya tinggi. Perangkat gawai pintar juga lebih mudah didapatkan, dirawat dan dengan harga yang sangat terjangkau. Dan tentunya teknologi gawai pintar untuk user interface dan penggunaanya sudah sangat umum dikenal masyarakat luas. Dan ini cukup menjadi tantangan bagi tapping box, karena perangkat ini kehilangan kemampuannya untuk tapping. Tidak ada saluran kabel ke printer. Tidak ada spool printer untuk diambil dan dikirmkan ke server. Walaupun masih banyak usaha yang menggunakan printer berkabel, teknologi tapping box perlahan mulai ditinggalkan.

Related Posts

Leave a Reply